Proses
Bisnis Ramah Lingkungan
Abstraction
Today’s
business is all about being green. Everyone is talking about how green their
approach, packaging, or methods are. But green business is really in its
infancy, and the future of being green will no doubt distill down to some very
real and definable goals and practices.
For almost half a century,
environmentalists have been advocating for big businesses to incorporate
sustainability principles into their practices.Yet even ten years ago, it was
rare to hear of any business with dedicated green, environmental, or
sustainability initiatives .Today green has gone mainstream.It is big business.
Saat ini , tantangan perusahaan bukan
hanya persaingan global, tetapi juga tantangan lingkungan alam. Global warming
atau pemanasan global, gaungnya telah terdengar sejak beberapa tahun terakhir.
Hampir semua orang mulai pimpinan negara sampai anak-anak, lembaga besar sampai
organisasi kecilpun gencar menyuarakannya. Bagaimana menyelamatkan lingkungan,
adalah tanggung jawab bersama. Fenomena ini menyentuh semua lapisan masyarakat
dan institusi, karena menyangkut kehidupan selanjutnya umat manusia dan alam
semesta beserta isinya.
Marak nya isu global warming tersebut,
memang membuat para konsumen lebih peduli untuk menjaga kelestarian
lingkungannya. Hal tersebut mereka perlihatkan dengan mulai memilih produk
natural untuk memenuhi keperluan mereka setiap harinya. Alih-alih untuk
mewujudkan gaya hidup hijau juga sekaligus telah mambuat kualitas kesehatan mereka
membaik . Contoh nya dalam segi makanan , konsumen semakin cerdas dengan
memilih pilihan makanan dengan yang tidak banyak menggunakan bahan kimia yang
merusak terhadap kesehatan mereka .
Dari gambaran animo konsemen tersebut ,
seharusnya itu dipandang sebagai suatu peluang bisnis yang menjanjikan bagi
para pelaku usaha dalam menjalankan proses bisnisnya ,bukannya menganggap pelestarian
lingkungan dan manajemen risiko sosial sebagai beban dalam biaya operasi bisnis
dan bukan sebagai peluang bisnis. Bisnis yang merusak lingkungan memang
menghasilkan keuntungan, akan tetapi hanya dapat dinikmati dalam waktu yang
singkat, sedangkan dampak negatif yang dihasilkan membutuhkan waktu yang tidak
sebentar untuk mengembalikan ke kondisi semula.
Perubahan lingkungan membawa dampak
besar pada perilaku masyarakat. Kesadaran masyarakat yang semakin baik,
termasuk memahami akan pentingnya kelestarian alam, memberi kesempatan pada
perusahaan untuk melaksanakan berbagai kewajibannya. Salah satu kewajiban
perusahaan adalah melaksanakan tanggung jawab sosial pada lingkungan, yang
merupakan salah satu bentuk etika dalam melakukan bisnisnya.
Haruslah diyakini bahwa pada dasarnya praktek
etika perusahaan akan selalu menguntungkan perusahaan baik untuk jangka
menengah maupun jangka panjang karena :
1.Akan dapat mengurangi biaya akibat dicegahnya kemungkinan terjadinya friksi baik intern perusahaan maupun dengan eksternal.
1.Akan dapat mengurangi biaya akibat dicegahnya kemungkinan terjadinya friksi baik intern perusahaan maupun dengan eksternal.
2.Akan dapat meningkatkan motivasi pekerja.
3.Akan melindungi prinsip kebebasan ber-niaga.
4.Akan meningkatkan keunggulan bersaing.
Dalam proses bisnis ada 3 hal penting yang
harus kita perhatikan ,yaitu keuntungan , manusia , dan lingkungan .Ke tiga faktor
tersebut harus lah terpenuhi dengan baik demi keberlanjutan(sustainability) bisnis . Keuntungan maksimal memang penting , tapi
kepuasan konsumen dan pemeliharaan lingkungan sekitar akan menjadi factor pendukung
terwujudnya keuntungan tersebut. Karena dengan pemeliaraan lingkungan oleh
pelaku bisnis akan membuat konsumen percaya dan memilih produk yang terjamin .
Dengan bagitu akan menimbulkan keuntungan yang barkelanjutan sesuai komitmen
proses bisnis perusahaan .
Perusahaan yang melaksanakan Green
Management, sebenarnya telah memiliki keunggulan bersaing. Karena perusahaan
harus melakukan inovasi, mengeksplotasi kemampuan internalnya untuk melakukan
sesuatu yang berbeda yang tidak mampu dilakukan pesaingnya. Contoh perusahaan
mobil yang mencoba melakukan adalah Toyota dan Honda yang saling bersaing
mencoba mobil Hibyrd yang ramah lingkungan. Perusahaan –perusahaan tersebut
berusaha memperoleh keunggulan kompetitif melalui isu lingkungan sebagai
kebutuhan penting untuk sukses jangka panjang/kelestariannya. Perusahaan yang
melaksanakan aktivitasnya berdasarkan konsep agar memperoleh kelestarian atau “
sustainable “ dikemudian hari, umumnya perusahaan tersebut memperoleh nilai
dari para stakeholdernya, sekligus memberi kontribusi pada lingkungan dan
sosialnya.
Program go green dalam dunia bisnis harus
didukung semua pihak pelaku bisnis . Industri harus paham, pemerintah lokal dan
nasional harus paham, dan perlu langkah nasional yang kuat untuk mewujudkannya . Dibutuhkan ketegasan dari
pemerintah dan kesadaran dari pelaku bisnis itu sendiri . Pemerintah harus
detail dalam mengawasi penggunaan bahan tambahan, konstruksi, pengemasan, serta
sistem pengiriman yang digunakan oleh pabrik . Yang termasuk dalam kategori
produk ramah lingkungan sendiri adalah barang-barang yang dalam proses
produksinya tidak memanfaatkan bahan kimia, dan menggunakan bahan-bahan alami
yang keberadaannya cukup mudah ditemukan di lingkungan sekitar dan masih bisa
diperbaharui dengan cepat. Dengan begini nanti nya akan tercipta tatanan kehidupan masyarakat
yang sadar dan cinta terhadap lingkungan hidup .
Menjadi perusahaan yang sustainable
seutuhnya merupakan perjalanan yang memerlukan waktu panjang. Tiap perusahaan
memandang dan mencapainya dengan cara yang tidak sama, dengan alasan yang
berbeda bahkan sering tanpa memiliki gambaran yang jelas. Walaupun demikian ,
jelas bahwa sekecil apapun suatu usaha lebih baik dari pada tidak melakukan
sama sekali.
search:
Hart, S. L. 2007, “Beyond Greening: Strategies for a Sustainable World”, in Harvard Business Review on Green Bussiness Strategy, Harvard Bussiness School Publishing Corporation, Boston.
http://dasion1957.wordpress.com/2012/09/27/msdm-yang-ramah-lingkungan-perlu-keseimbangan/
http://ndahpig.wordpress.com/2010/01/06/sisi-lain-etika-bisnis/