Jumat, 16 November 2012


Proses Bisnis Ramah Lingkungan
Abstraction
            Today’s business is all about being green. Everyone is talking about how green their approach, packaging, or methods are. But green business is really in its infancy, and the future of being green will no doubt distill down to some very real and definable goals and practices.
For almost half a century, environmentalists have been advocating for big businesses to incorporate sustainability principles into their practices.Yet even ten years ago, it was rare to hear of any business with dedicated green, environmental, or sustainability initiatives .Today green has gone mainstream.It is big business.
Saat ini , tantangan perusahaan bukan hanya persaingan global, tetapi juga tantangan lingkungan alam. Global warming atau pemanasan global, gaungnya telah terdengar sejak beberapa tahun terakhir. Hampir semua orang mulai pimpinan negara sampai anak-anak, lembaga besar sampai organisasi kecilpun gencar menyuarakannya. Bagaimana menyelamatkan lingkungan, adalah tanggung jawab bersama. Fenomena ini menyentuh semua lapisan masyarakat dan institusi, karena menyangkut kehidupan selanjutnya umat manusia dan alam semesta beserta isinya.
Marak nya isu global warming tersebut, memang membuat para konsumen lebih peduli untuk menjaga kelestarian lingkungannya. Hal tersebut mereka perlihatkan dengan mulai memilih produk natural untuk memenuhi keperluan mereka setiap harinya. Alih-alih untuk mewujudkan gaya hidup hijau juga sekaligus telah mambuat kualitas kesehatan mereka membaik . Contoh nya dalam segi makanan , konsumen semakin cerdas dengan memilih pilihan makanan dengan yang tidak banyak menggunakan bahan kimia yang merusak terhadap kesehatan mereka .
Dari gambaran animo konsemen tersebut , seharusnya itu dipandang sebagai suatu peluang bisnis yang menjanjikan bagi para pelaku usaha dalam menjalankan proses bisnisnya ,bukannya  menganggap pelestarian lingkungan dan manajemen risiko sosial sebagai beban dalam biaya operasi bisnis dan bukan sebagai peluang bisnis. Bisnis yang merusak lingkungan memang menghasilkan keuntungan, akan tetapi hanya dapat dinikmati dalam waktu yang singkat, sedangkan dampak negatif yang dihasilkan membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk mengembalikan ke kondisi semula.
Perubahan lingkungan membawa dampak besar pada perilaku masyarakat. Kesadaran masyarakat yang semakin baik, termasuk memahami akan pentingnya kelestarian alam, memberi kesempatan pada perusahaan untuk melaksanakan berbagai kewajibannya. Salah satu kewajiban perusahaan adalah melaksanakan tanggung jawab sosial pada lingkungan, yang merupakan salah satu bentuk etika dalam melakukan bisnisnya.
Haruslah diyakini bahwa pada dasarnya praktek etika perusahaan akan selalu menguntungkan perusahaan baik untuk jangka menengah maupun jangka panjang karena :
1.Akan dapat mengurangi biaya akibat dicegahnya kemungkinan terjadinya friksi baik intern perusahaan  maupun dengan eksternal.
2.Akan dapat meningkatkan motivasi pekerja.
3.Akan melindungi prinsip kebebasan ber-niaga.
4.Akan meningkatkan keunggulan bersaing.
Dalam proses bisnis ada 3 hal penting yang harus kita perhatikan ,yaitu keuntungan , manusia , dan lingkungan .Ke tiga faktor tersebut harus lah terpenuhi dengan baik demi keberlanjutan(sustainability) bisnis . Keuntungan maksimal memang penting , tapi kepuasan konsumen dan pemeliharaan lingkungan sekitar akan menjadi factor pendukung terwujudnya keuntungan tersebut. Karena dengan pemeliaraan lingkungan oleh pelaku bisnis akan membuat konsumen percaya dan memilih produk yang terjamin . Dengan bagitu akan menimbulkan keuntungan yang barkelanjutan sesuai komitmen proses bisnis  perusahaan .
Perusahaan yang melaksanakan Green Management, sebenarnya telah memiliki keunggulan bersaing. Karena perusahaan harus melakukan inovasi, mengeksplotasi kemampuan internalnya untuk melakukan sesuatu yang berbeda yang tidak mampu dilakukan pesaingnya. Contoh perusahaan mobil yang mencoba melakukan adalah Toyota dan Honda yang saling bersaing mencoba mobil Hibyrd yang ramah lingkungan. Perusahaan –perusahaan tersebut berusaha memperoleh keunggulan kompetitif melalui isu lingkungan sebagai kebutuhan penting untuk sukses jangka panjang/kelestariannya. Perusahaan yang melaksanakan aktivitasnya berdasarkan konsep agar memperoleh kelestarian atau “ sustainable “ dikemudian hari, umumnya perusahaan tersebut memperoleh nilai dari para stakeholdernya, sekligus memberi kontribusi pada lingkungan dan sosialnya.
Program go green dalam dunia bisnis harus didukung semua pihak pelaku bisnis .  Industri harus paham, pemerintah lokal dan nasional harus paham, dan perlu langkah nasional yang kuat  untuk mewujudkannya . Dibutuhkan ketegasan dari pemerintah dan kesadaran dari pelaku bisnis itu sendiri . Pemerintah harus detail dalam mengawasi penggunaan bahan tambahan, konstruksi, pengemasan, serta sistem pengiriman yang digunakan oleh pabrik . Yang termasuk dalam kategori produk ramah lingkungan sendiri adalah barang-barang yang dalam proses produksinya tidak memanfaatkan bahan kimia, dan menggunakan bahan-bahan alami yang keberadaannya cukup mudah ditemukan di lingkungan sekitar dan masih bisa diperbaharui dengan cepat. Dengan begini  nanti nya akan tercipta tatanan kehidupan masyarakat yang sadar dan cinta terhadap lingkungan hidup .  
Menjadi perusahaan yang sustainable seutuhnya merupakan perjalanan yang memerlukan waktu panjang. Tiap perusahaan memandang dan mencapainya dengan cara yang tidak sama, dengan alasan yang berbeda bahkan sering tanpa memiliki gambaran yang jelas. Walaupun demikian , jelas bahwa sekecil apapun suatu usaha lebih baik dari pada tidak melakukan sama sekali.
search:
Hart, S. L. 2007, “Beyond Greening: Strategies for a Sustainable World”, in Harvard Business Review on Green Bussiness Strategy, Harvard Bussiness School Publishing Corporation, Boston.
http://dasion1957.wordpress.com/2012/09/27/msdm-yang-ramah-lingkungan-perlu-keseimbangan/
http://ndahpig.wordpress.com/2010/01/06/sisi-lain-etika-bisnis/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar